Di dalam bukunya The Hard Problems of Management: Goining The Etchis Edge, mark Pastin (1986) menampilkan gagasan-gagasannya dalam pendekatan yang disebut analisis etika yang meliputi pengujian 4 aspek kunci dari catatan etika di tabel 47.
Pastin menggunakan konsep dasar aturan dasar etika, untuk mengambil ide bahwa individu-individu dan organisasi-organisasi mempunyai aturan mendasar atau nilai-nilai fundamental yang mendominasi kelakuan mereka atau kelakuan yang diinginkan mereka. Jika keputusan ditunjukkan untuk melanggar nilai-nilai tersebut, ini berarti kekecewaan akan terjadi. Buruknya hal ini dapat mendorong kepada pemecatan karyawan yang berbuat tanpa pemahaman yang baik mengenai aturan-aturan dasar etika pemberi kerja yang bersangkutan. Dalam rangka memahami peraturan-peraturan dasar yang umum untuk mengukur dengan tepat kesanggupan organisasi menyangkut tujuan dan untuk melindungi pengambil keputusan. Pastin menyatakan bahwa suatu pengujian atas keputusan masa lampau ataupun tindakan-tindakan masa lampau harus dibuat. Ia menyebut ini sebagai pendekatan “Membalikkan Rancangan” keputusan, karena usaha mengambil suatu keputusan masa lampau dibuat dengan tujuan untuk melihat bagaimana dan mengapa keputusan itu diambil. Pastin menyatakan bahwa individu-individu sering menjaga (dengan sukarela atau tidak dengan sukarela) pernyataan nilai-nilai mereka, dan pendekatan untuk membalikkan rancangan ini memberikan cara untuk melihat sampai akhir tindakan-tindakan serta nilai-nilai mereka.
Di dalam konsepnya “end-point ethics”, Pastin mengusulkan pemanfaatan penuh atas treatment-treatment yang diringkas dalam tabel 4.3. penerapan dalam teknik ini ke dalam kasus Ford Pinto harus menjelaskan mengenai konsep utilitarianism dan menggambarkan perangkap dalam memusatkan analisis atas laba jangka pendek.
Konsep pada aturan etika digunakan untuk mengindikasi nilai-nilai dari aturan yang bersumber dari penerapan prinsip etika yang tepat untuk menjadi suatu dilema etika. Dalam kasus ini, prinsip-prinsip etika yang tepat meliputi penghargaan dan perlindungan atas hak-hak setiap individu dan prinsip-prinsip turunan seperti “The Golden Rule: lakukan kepada orang lain seperti apa yang sudah mereka lakukan untukmu.” Penetapan aturan-aturan berdasarkan pada penghargaan untuk hak-hak individu dapat membantu ketika interpretasi yang terpenting terasa sulit atau ketika senior eksekutif ingin memindahkan kerancuan tentang apa yang mereka percaya harus dilaksanakan pada situasi-situasi tertentu. Sebagai contoh, Pastin menyatakan aturan-aturan itu dirumuskan oleh senior eksekutif untuk membantu karyawan mereka, dapat membagi tindakan-tindakan yang mungkin ke dalam yang wajib atau yang diizinkan atau yang dilarang. Dengan cara yang sama, aturean dapat dikembangkan agar menjadi mutlak (tidak ada pengecualian) atau yang utama (pengecualian diizinkan dalam keadaan tertentu), atau untuk mencetuskan konsultasi dengan para eksekutif senior. Oleh sebab itu, aturan etika menghadirkan pengujian Pastin yang menyangkut dampak dari keputusan-keputusan yang diusulkan diatas hak-hak para individu yang dilibatkan.
Suatu konsep atas kewajaran disatukan oleh Pastin kedalam gagasannya pada etika kontrak sosial. Disini ia menyatakan bahwa rumusan yang diusulkan keputusan kedalam suatu kontrak khayal akan sangat menolong, karena itu akan membuat pembuat keputusan merubah posisinya dengan stakeholder atas dampak ke depan. Akibatnya, pembuat keputusan dapat melihat jika dampak sudah cukup wajar untuk bebas masuk ke dalam kontrak tersebut. Jika pembuat keputusan bahwa ia tidak siap untuk masuk ke dalam kontrak tersebut dengan peran-peran yang dibalikan, kemudian terminologi (atau batasan-batasan) tentang kontrak harus dirubah demi kepentingan kewajaran. Teknik pembalikan peran ini dapat menjadi bukti yang sangat menolong, terutama sekali di dalam kasus pra eksekutif yang sering dikomplain para karyawannya. Dalam kasus kontrak yang sebenarnya, pendekatan ini dapat berguna dalam memproyeksikan bagaimana tindakan-tindakan yang diusulkan akan mempengaruhi kontrak atu apakah suatu kontrak berubah (seperti di dalam kontrak serikat buruh) akan ditentang.
Mengembangkan dan Mencampurkan Pendekatan
Dari waktu ke waktu masalah etika akan timbul yang tidak akan sempurna sampai salah satu pendekatan diuraikan, sebagai contoh, suatu masalah dapat cocok dengan pendekatan 5 pertanyaan, kecuali bila ada hal (faktor) luar atau dampak jangka panjang penting yang meminta analisis biaya keuntungan bukannya profitabilitas sebagai pertanyaan timgkat pertama. Kebetulan, analisis biaya-keuntungan dapat diganti atau ditambahkan kepada pendekatan untuk mengembangkannya. Dengan cara yang sama, konsep aturan landasan etika dapat grafted ke dalam bukan pendekatan Pastin. Jika diperlukan dalam suatu keputusan yang berhadapan dengan pengaturan internal perusahaan. Kepedulian harus diambil ketika mengembangkan dan mencampurkan pendekatan, untuk memastikan bahwa setiap area yang menyangkut agak wajar, kewajaran, dan dampak terhadap hak-hak individu diuji dalam suatu analisa menyeluruh, walaupun keputusan yang terakhir mungkin saja salah.
Masalah-masalah umum
Batas permasalahan umum mengacu pada ketidakhati-hatian atau mengetahui penggunaan yang berlebihan atas aset ataupun sumber daya. Konsep pertama timbul ketika orang-orang desa di Inggris tua yang overgrazed ternak mereka pada daratan yang merupakan milik umum, atau join dengan setiap orang desa, dan istilah umum digunakan untuk mengidentifikasi jenis dari padang rumput.
Permasalahan dalam overgrazing tidak dapat dihentikan, karena setiap orang berhak untuk menggunakan padang rumput dan itu tidak dapat dicegah dengan perlakuan juga. Hanya ketika mayoritas orang desa setuju untuk mengatur yang umum dilakukan overgrazing berhenti. Kadang-kadang ketika mereka tidak bisa setuju, otoritas diluar diserukan untuk mengatasi perihal itu. Meskipun ketinggalan zaman, masalah ini masih terlihat umum dengan kita di zaman sekarang. Sebagai contoh, polusi yang menghadirkan penyalahgunaan dari lingkungan, menjadi suatu hal yang umum. Sama halnya, jika setiap orang di dalam suatu usaha bisnis dalam mendukung dana, suatu anggaran biaya, atau suatu departemen jasa, akibatnya akan terjadi yang serupa dengan overgrazing.
Pelajaran untuk dipelajari dari hal ini adalah bahwa sering pembuat keputusan yang tidak peka kepada masalah-masalah umum, tidak akan menunjukkan suatu nilai yang cukup tinggi untuk penggunaan asset atau sumber daya dan akhirnya membuat keputusan yang salah. Kesadaran dalam masalah harus mengoreksi ini dan meningkatkan pengambilan keputusan. Jika seorang eksekutif dihadapkan pada penggunaan yang berlebihan di suatu aset atau sumber daya, ia akan melakukan yang terbaik dalam bekerja untuk menetapkan solusi.
Membangun Tindakan-Tindakan Etika Lainnya
Suatu keunggulan dari penggunaan kerangka kerja seperti pendekatan 5 pertanyaan, standar moral, pendekatan Pastin, atau pendekatan-pendekatan umum adalah aspek non etika dari keputusan yang dapat diidentifikasi dan kemudian dimodifikasi untuk membuat dampak dari suatu keputusan dapat diterima. Contohnya, jika keputusan yang diinginkan untuk grup pemegang saham yang curang, maka keputusan tersebut dapat berupa menaikkan kompensasi untuk group tersebut atau dengan mengeliminasi atau mengganti pelanggaran kata-kata, gambar, atau tindakan-tindakan spesifik (khusus). Dan akhirnya di setiap aplikasi pemegang saham berdampak analisis berupa pencarian khusus untuk “win-win outcome.”
Pastin menggunakan konsep dasar aturan dasar etika, untuk mengambil ide bahwa individu-individu dan organisasi-organisasi mempunyai aturan mendasar atau nilai-nilai fundamental yang mendominasi kelakuan mereka atau kelakuan yang diinginkan mereka. Jika keputusan ditunjukkan untuk melanggar nilai-nilai tersebut, ini berarti kekecewaan akan terjadi. Buruknya hal ini dapat mendorong kepada pemecatan karyawan yang berbuat tanpa pemahaman yang baik mengenai aturan-aturan dasar etika pemberi kerja yang bersangkutan. Dalam rangka memahami peraturan-peraturan dasar yang umum untuk mengukur dengan tepat kesanggupan organisasi menyangkut tujuan dan untuk melindungi pengambil keputusan. Pastin menyatakan bahwa suatu pengujian atas keputusan masa lampau ataupun tindakan-tindakan masa lampau harus dibuat. Ia menyebut ini sebagai pendekatan “Membalikkan Rancangan” keputusan, karena usaha mengambil suatu keputusan masa lampau dibuat dengan tujuan untuk melihat bagaimana dan mengapa keputusan itu diambil. Pastin menyatakan bahwa individu-individu sering menjaga (dengan sukarela atau tidak dengan sukarela) pernyataan nilai-nilai mereka, dan pendekatan untuk membalikkan rancangan ini memberikan cara untuk melihat sampai akhir tindakan-tindakan serta nilai-nilai mereka.
Di dalam konsepnya “end-point ethics”, Pastin mengusulkan pemanfaatan penuh atas treatment-treatment yang diringkas dalam tabel 4.3. penerapan dalam teknik ini ke dalam kasus Ford Pinto harus menjelaskan mengenai konsep utilitarianism dan menggambarkan perangkap dalam memusatkan analisis atas laba jangka pendek.
Konsep pada aturan etika digunakan untuk mengindikasi nilai-nilai dari aturan yang bersumber dari penerapan prinsip etika yang tepat untuk menjadi suatu dilema etika. Dalam kasus ini, prinsip-prinsip etika yang tepat meliputi penghargaan dan perlindungan atas hak-hak setiap individu dan prinsip-prinsip turunan seperti “The Golden Rule: lakukan kepada orang lain seperti apa yang sudah mereka lakukan untukmu.” Penetapan aturan-aturan berdasarkan pada penghargaan untuk hak-hak individu dapat membantu ketika interpretasi yang terpenting terasa sulit atau ketika senior eksekutif ingin memindahkan kerancuan tentang apa yang mereka percaya harus dilaksanakan pada situasi-situasi tertentu. Sebagai contoh, Pastin menyatakan aturan-aturan itu dirumuskan oleh senior eksekutif untuk membantu karyawan mereka, dapat membagi tindakan-tindakan yang mungkin ke dalam yang wajib atau yang diizinkan atau yang dilarang. Dengan cara yang sama, aturean dapat dikembangkan agar menjadi mutlak (tidak ada pengecualian) atau yang utama (pengecualian diizinkan dalam keadaan tertentu), atau untuk mencetuskan konsultasi dengan para eksekutif senior. Oleh sebab itu, aturan etika menghadirkan pengujian Pastin yang menyangkut dampak dari keputusan-keputusan yang diusulkan diatas hak-hak para individu yang dilibatkan.
Suatu konsep atas kewajaran disatukan oleh Pastin kedalam gagasannya pada etika kontrak sosial. Disini ia menyatakan bahwa rumusan yang diusulkan keputusan kedalam suatu kontrak khayal akan sangat menolong, karena itu akan membuat pembuat keputusan merubah posisinya dengan stakeholder atas dampak ke depan. Akibatnya, pembuat keputusan dapat melihat jika dampak sudah cukup wajar untuk bebas masuk ke dalam kontrak tersebut. Jika pembuat keputusan bahwa ia tidak siap untuk masuk ke dalam kontrak tersebut dengan peran-peran yang dibalikan, kemudian terminologi (atau batasan-batasan) tentang kontrak harus dirubah demi kepentingan kewajaran. Teknik pembalikan peran ini dapat menjadi bukti yang sangat menolong, terutama sekali di dalam kasus pra eksekutif yang sering dikomplain para karyawannya. Dalam kasus kontrak yang sebenarnya, pendekatan ini dapat berguna dalam memproyeksikan bagaimana tindakan-tindakan yang diusulkan akan mempengaruhi kontrak atu apakah suatu kontrak berubah (seperti di dalam kontrak serikat buruh) akan ditentang.
Mengembangkan dan Mencampurkan Pendekatan
Dari waktu ke waktu masalah etika akan timbul yang tidak akan sempurna sampai salah satu pendekatan diuraikan, sebagai contoh, suatu masalah dapat cocok dengan pendekatan 5 pertanyaan, kecuali bila ada hal (faktor) luar atau dampak jangka panjang penting yang meminta analisis biaya keuntungan bukannya profitabilitas sebagai pertanyaan timgkat pertama. Kebetulan, analisis biaya-keuntungan dapat diganti atau ditambahkan kepada pendekatan untuk mengembangkannya. Dengan cara yang sama, konsep aturan landasan etika dapat grafted ke dalam bukan pendekatan Pastin. Jika diperlukan dalam suatu keputusan yang berhadapan dengan pengaturan internal perusahaan. Kepedulian harus diambil ketika mengembangkan dan mencampurkan pendekatan, untuk memastikan bahwa setiap area yang menyangkut agak wajar, kewajaran, dan dampak terhadap hak-hak individu diuji dalam suatu analisa menyeluruh, walaupun keputusan yang terakhir mungkin saja salah.
Masalah-masalah umum
Batas permasalahan umum mengacu pada ketidakhati-hatian atau mengetahui penggunaan yang berlebihan atas aset ataupun sumber daya. Konsep pertama timbul ketika orang-orang desa di Inggris tua yang overgrazed ternak mereka pada daratan yang merupakan milik umum, atau join dengan setiap orang desa, dan istilah umum digunakan untuk mengidentifikasi jenis dari padang rumput.
Permasalahan dalam overgrazing tidak dapat dihentikan, karena setiap orang berhak untuk menggunakan padang rumput dan itu tidak dapat dicegah dengan perlakuan juga. Hanya ketika mayoritas orang desa setuju untuk mengatur yang umum dilakukan overgrazing berhenti. Kadang-kadang ketika mereka tidak bisa setuju, otoritas diluar diserukan untuk mengatasi perihal itu. Meskipun ketinggalan zaman, masalah ini masih terlihat umum dengan kita di zaman sekarang. Sebagai contoh, polusi yang menghadirkan penyalahgunaan dari lingkungan, menjadi suatu hal yang umum. Sama halnya, jika setiap orang di dalam suatu usaha bisnis dalam mendukung dana, suatu anggaran biaya, atau suatu departemen jasa, akibatnya akan terjadi yang serupa dengan overgrazing.
Pelajaran untuk dipelajari dari hal ini adalah bahwa sering pembuat keputusan yang tidak peka kepada masalah-masalah umum, tidak akan menunjukkan suatu nilai yang cukup tinggi untuk penggunaan asset atau sumber daya dan akhirnya membuat keputusan yang salah. Kesadaran dalam masalah harus mengoreksi ini dan meningkatkan pengambilan keputusan. Jika seorang eksekutif dihadapkan pada penggunaan yang berlebihan di suatu aset atau sumber daya, ia akan melakukan yang terbaik dalam bekerja untuk menetapkan solusi.
Membangun Tindakan-Tindakan Etika Lainnya
Suatu keunggulan dari penggunaan kerangka kerja seperti pendekatan 5 pertanyaan, standar moral, pendekatan Pastin, atau pendekatan-pendekatan umum adalah aspek non etika dari keputusan yang dapat diidentifikasi dan kemudian dimodifikasi untuk membuat dampak dari suatu keputusan dapat diterima. Contohnya, jika keputusan yang diinginkan untuk grup pemegang saham yang curang, maka keputusan tersebut dapat berupa menaikkan kompensasi untuk group tersebut atau dengan mengeliminasi atau mengganti pelanggaran kata-kata, gambar, atau tindakan-tindakan spesifik (khusus). Dan akhirnya di setiap aplikasi pemegang saham berdampak analisis berupa pencarian khusus untuk “win-win outcome.”



0 komentar:
Posting Komentar